News  

Sekolah sebagai Ruang Strategis Membumikan Gerakan Kepramukaan

Oleh : Rahmat Suprihat, S.Pd – Aktivis Pendidikan dan Guru di Disdik Kota Bandung

Bandung, Gentanews.id Kepramukaan adalah sebuah ruang proses pendidikan yang menyuguhkan kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Sasaran akhir dari Gerakan Kepramukaan ini adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.Gerakan ini tentunya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Gerakan Pramuka atau Kepanduan ini dimulai sejak tahun 1923 dan pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan disusul dengan regulasi yang baru adalah Permendikbud no.12 tahun 2024.

Keberadaan Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap anggotanya agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negeara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan.

Sekolah sebagai sebuah ruang peradaban sangat memiliki peranan strategis dalam rangka membumikan gerakan kepramukaan tersebut di tanah air karena seperti kita ketahui bahwa sekolah dengan komposisi peserta didiknya merupakan sebuah tempat berkumpulnya para generasi pewaris bangsa untuk masa depan.Sebagai generasi pewaris dan pemilik masa depan bangsa ini, peserta didik harus memiliki berbagai macam kecakapan baik itu kecerdasan intelektual emosional sosial, spiritual termasuk kecerdasan ekologis yang pada akhirnya akan melahirkan karakter pribadi yang baik.

Sehubungan dengan hal itulah maka sekolah dan gerakan kepramukaan memiliki irisan yang sangat kuat.Gerakan kepramukaan berbasis pada struktur pendidikan yang ada baik di tingkat SD SMP SMA dan perguruan tinggi tentunya akan sangat dengan mudah menyebarkan nilai-nilai kepramukaan itu sendiri.

Seperti kita ketahui bersama hampir 90% gerakan kepramukaan yang ada di tanah air ber-eksistensi di satuan pendidikan baik itu du Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama , Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruaan bahkan sampai tingkat Perguruan Tinggi.

Hal ini terlihat dari struktur kepramukaan berbasis pada kehadiran generasi penerus tersebut dimulai dari pangkalan , ranting sampai ke tingkat cabang, daerah dan bermuara pada ruang nasional termasuk internasional.

Dengan memaksimalkan ekosistem pendidikan yang ada dengan berbagai macam tingkatan, gerakan kepramukaan ini akan dapat hidup dengan masif dan gerakan kepramukaan pun akan dapat memainkan peran strategisnya sesuai dengan tujuan kehadiran gerakan kepramukaan tersebut.

_*Membangun Ruh Kepramukaan pada sosok Ketua Gerakan Kepramukaan*_

Dalam membangun rumah besar Gerakan Kepramukaan melalui kanal induknya di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) maka sosok ketua yang memegang peranan penting.

– Perlu banyak terobosan yang dapat dilakukan oleh seorang Ketua Gerakan Kepramukaan dalam membumikan gerakan kepramukaan tersebut.

– Seorang Ketua Gerakan Kepramukaan haruslah memiliki kecakapan tentang Dunia Kepramukaan.

– Seorang ketua Gerakan Kepramukaan haruslah orang yang benar-benar mengetahui iklim dan kondisi lingkungan pendidikan baik itu pendidikan formal maupun non formal

– Ketua Gerakan Kepramukaan haruslah orang yang memiliki fashion Inovatif dan kreativitas dengan selalu menghadirkan Berbagai macam program yang terakumulasi dari gerakan kolaborasi setiap unsur yang dapat mendukung Gerakan Kepramukaan itu agar lebih hidup dan lebih menyenangkan bagi para anggota pramuka.

– Perlunya membangun komunikasi yang baik dari setiap stakeholder yang memiliki kepentingan dalam rangka membumikan Gerakan Kepramukaan, dengan komunikasi yang baik maka berbagai macam tujuan dari kehadiran gerakan kepramukaan itu dimulai dari tingkat pangkalan, ranting dan tingkat cabang dapat menghadirkan karya-karya besar yang berorientasi terhadap prestasi dan prestise gerakan Pramuka itu sendiri.

– Satuan Pendidikan dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat dalam rangka menghadirkan Gerakan Kepramukaan sebagai salah satu pilihan dari keberadaan ekstrakurikuler wajib yang idealnya diikuti oleh seluruh peserta didik walaupun kepesertaannya dinyatakan secara sukarela.

– Selain itu para pihak yang terkait erat dengan pendidikan kepramukaan di sekolah dituntut untuk dapat menghadirkan program-program yang menyenangkan selain memiliki berbagai macam terobosan-terobosan dalam rangka merealisasikan nilai-nilai kepramukaan yang tidak terlepas dari peran strategis untuk menghadirkan peserta didik yang memiliki karakter baik dan akhlak mulia.

– Dengan adanya komitmen yang kuat serta menjaga konsistensi dari setiap program yang dilaksanakan maka kehadiran gerakan Pramuka di satuan pendidikan akan lebih mudah mencapai tujuannya.

– Gerakan Kepramukaan memiliki peran yang terkoneksi dengan setiap perubahan kurikulum termasuk dengan Struktur Kurikulum Merdeka didasari tiga hal, yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila.

Banner nwisa

Respon (2)

  1. Ketua Gerakan Kepramukaan harus mempunyai komitmen untuk membangkitkan gerakan kepramukaan lebih baik lagi dan juga
    Seorang Ketua Gerakan Kepramukaan haruslah memiliki kecakapan tentang Dunia Kepramukaan. Bukan hanya numpang sebagai kendaraan politiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *