News  

Masalah Sumbangan Di Sekolah, Pemprov Harus Tegas

Oleh : Rahmat Suprihat, S.Pd - Aktivis Pendidikan Kota Bandung

 

Bandung, Gentanews.id Sekolah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi penerus, para pelajar yang bisa berselancar dengan zamannya.

Perubahan dan dinamika pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta turunannya dalam berbagai dimensi kehidupan menuntut sekolah untuk dapat mengimbanginya dengan terus meng-up date diri dalam memberikan pelayanan pendidikan yang boleh dikatakan harus kekinian.

Tentu saja hadirnya pelayanan ” Keren ” dan sesuai tuntutan zaman bukan dan tidak semudah mbalikan telapak tangan, dimana setiap perubahan pelayanan tersebut tidak dipungkiri berimbas terhadap berbagai komponen layanan dasar tersebut termasuk ketersediaan sarana dan prasarana.

Selain itu keterbatasan dukungan finansial berupa anggaran dari pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kucuran dana lainnya yang jauh dari kata cukup dan merata.

Hal inilah yang seharusnya menggiring pemikiran bersama setiap warga bangsa yang selama ini bermimpi hadirnya kualitas pendidikan yang mumpuni dan membanggakan.
Pemikiran yang menyadarkan siapapun orang tua peserta didik untuk memahami segala keterbatasan sekolah tersebut dan bersama-sama bahu membahu untuk membantu sekolah dalam mengejar kualitas layanan yang diharapkan oleh semua orang tua peserta didik.

Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, diantaranya :
– Sekolah harus berani terbuka tentang anggaran yang selama ini diterima melalui aliran bantuan dari pemerintah
– Setiap program yang realistis tersampaikan melalui kanal-kanal komunikasi yang dijembatani oleh Komite Sekolah.
– Setiap sumbangan dikondisikan secara bijak berdasarkan kemampuan orang tua siswa dan dikelola secara tepat sasaran dan dilengkapi dengan pelaporan penggunaan dana yang transparan.
– Sumbangan yang berasal dari orang tua siswa dapat menggambarkan subsidi silang yang bijaksana, artinya orang tua yang memiliki kemampuan membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan diberikan keleluasaan untuk membantu sekolah, yang pada akhirnya pelayanan terbaik itu dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki keterbatasan.
– Bersama Komite Sekolah, sekolah bersama-sama menggali potensi pengembangan sekolah melalui penjaringan dana CSR dari pihak swasta.

Selain itu ada hal yang terpenting dalam mengakses peran serta masyarakat dalam pengembangan sekolah adalah adanya regulasi
apapun termasuk Perwal atau Pergub yang tidak bicara abu-abu atau bahkan bernuansa ambigu.

Pemerintah harus tegas menyatakan dalam regulasi tersebut apakah sumbangan dari masyarakat diperbolehkan atau tidak.

Dengan adanya kejelasan tersebut akan membuat setiap Kepala sekolah tidak merasa dirinya seolah-olah berada di persimpangan jalan.
Aturan yang jelas akan memberikan setiap pemegang kebijakan untuk mengambil langkah-langkah strategis tanpa kekhawatiran yang tinggi terlebih menjadi tekanan psikologis karena bingungnya menerapkan tindakan yang harus dilakukan.

Setiap hal yang dilakukan dengan tidak berpijak pada regulasi yang jelas tidak menutup kemungkinan berujung pada pusaran pelanggaran hukum.

Diskusi apapun dalam melahirkan kualitas pendidikan tidak akan mencapai puncak harapan manakala hal-hal tersebut tidak tercipta di sektor pendidikan.

Banner nwisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *